
Jakarta — Musyawarah Nasional (Munas) III Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Nasional (ATAKNAS) yang diselenggarakan pada 26–29 Mei 2025 di Jakarta berlangsung sukses dan penuh khidmat. Forum tertinggi organisasi ini secara aklamasi kembali menetapkan Nurtanio Saputra Takdir sebagai Ketua Umum Badan Pimpinan Nasional Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi (BPN ATAKNAS) untuk periode kepengurusan selanjutnya.
Munas III ATAKNAS mengusung tema “Menguatkan Peran Tenaga Ahli Konstruksi dalam Mendukung Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan dan Berkeadilan Menuju Indonesia Maju”. Tema ini menegaskan komitmen ATAKNAS dalam memperkuat kontribusi tenaga ahli konstruksi nasional sebagai pilar penting pembangunan nasional.
Kegiatan Munas dihadiri oleh jajaran Dewan Pendiri, pengurus Badan Pimpinan Nasional Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi (BPN ATAKNAS), serta seluruh perwakilan Badan Pimpinan Provinsi Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi (BPP ATAKNAS) dari berbagai provinsi di Indonesia. Kehadiran para pengurus daerah mencerminkan soliditas organisasi dan semangat kebersamaan dalam menentukan arah kebijakan ATAKNAS ke depan.
Dalam rangkaian Munas, tahapan kegiatan dimulai dari pendaftaran bakal calon ketua umum, verifikasi berkas, registrasi peserta, hingga pelaksanaan musyawarah nasional. Seluruh proses berjalan demokratis, tertib, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Terpilihnya kembali Nurtanio Saputra Takdir dinilai sebagai bentuk kepercayaan penuh dari seluruh peserta Munas atas kepemimpinan, integritas, serta pengalaman beliau dalam membesarkan ATAKNAS. Selama periode sebelumnya, ATAKNAS dinilai aktif memperjuangkan kepentingan tenaga ahli konstruksi, memperkuat peran organisasi dalam sistem jasa konstruksi nasional, serta menjalin sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Nurtanio Saputra Takdir menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas amanah yang kembali diberikan. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program strategis organisasi, memperkuat kapasitas tenaga ahli konstruksi, serta mendorong peran ATAKNAS sebagai mitra kritis dan konstruktif pemerintah dalam pembangunan infrastruktur nasional.
“ATAKNAS harus terus hadir sebagai organisasi profesi yang bermartabat, independen, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia konstruksi Indonesia,” ujarnya.
Melalui Munas III ini, ATAKNAS diharapkan semakin solid, adaptif terhadap dinamika regulasi dan pembangunan, serta mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.
